10 CARA MENDIDIK ANAK

10 CARA MENDIDIK ANAK dengan url http://rifanytop.blogspot.com/2011/08/10-cara-mendidik-anak.html yang ditulis oleh RIFANYTOP berisi tentang :

Sebagai seorang wanita karir yang selalu sibuk dengan rutinitas kerja yang padat. Membuat waktu kita sangat terbatas untuk anak kita. Padahal inginnya kita bisa terus menerus dekat dengan si buah hati. tapi kira-kira bisa ngga ya waktu kita yang terbatas itu menjadi berkualitas ?dan … mungkin ngga ya kita bisa menjadi orantua yang efektif ?Menurut psikolog selama kita bisa memanfaatkan waktu , orang tua yang sibuk pasti tetap bisa

membesarkan anaknya dengan baik. Karena

belum tentu juga anak yang orangtuanya

mempunyai seratus persen waktu di rumah, bisa

memiliki kualitas fisik, jiwa dan psikologis yang

lebih baik dibandingkan anak yang orangtuanya

banyak waktunya habis di tempat kerja. Karena

tumbuh kembang anak tidak bergantung pada

lama waktu alias kuantitas orang tua bersama

anaknya. Tetapi lebih kepada kualitasnya.

Ibu yang setiap hari di rumah, tapi tidak terlalu

care pada tumbuh kembang anaknya, misalnya

ibu asyik menonton televisi sendiri, sementara

anaknya dibiarkan bermain sendiri tanpa

bimbingan darinya. Tidak akan sebanding dengan

ibu yang bekerja namun memanfaatkan

waktunya yang terbatas secara maksimal untuk

mengikuti dan membimbing tumbuh kembang

anaknya.

Siapapun pasti ingin bisa menjadi orang tua yang

baik. Dan untuk menjadi orang tua memang

butuh belajar. Namun sayangnya, sekolah untuk

menjadi orang tua belum ada. Bagaimana

sebaiknya memanfaatkan waktu menjadi orang

tua dengan efektif ? berikut tipsnya.

1. Dekati anak, pahami karakternya Orangtua yang baik berusaha memahami karakter anaknya. Ada anak yang sejak awal menunjukan karakter pemalu, periang. Introvert, extrovert atau penuh percaya diri. Sebaiknya perlakukan mereka sesuai dengan karakternya,

dan jangan memaksakan anak untuk menjalani

karakter lain. Atau memaksanya melakukan

sesuatu yang dia belum merasa siap.

Misalnya memaksa anak yang pemalu untuk

maju ke panggung, sementara dia belum siap.

Orang tua dan guru hanya bisa menyiapkan

mentalnya, namun yang bertarung

mempersiapkan mental itu adalah anak itu sendiri.

Daripada ‘berkelahi’ dengan anak di belakang

panggung. Lebih baik beri dia waktu untuk

mengelola perasaan. Di kesempatan lain, dia

mungkin jadi lebih berani. Jika dipaksa, anak bisa

terbebani dan stress.

Waktu serta tenaga yang anda berikan pun

terbuang percuma. Untuk memahami anak, anda

tentu harus dekat dengan mereka. Dan

menjadikan diri anda sebagai orang dekat hingga

jadi tempat curhat juga perlu trik. Jika anak

sedang bermasalah, berikan rasa empati dan

perhatian. Tunjukan bahwa anda peduli dan ingin

dia kembali ceria. Jika karakter anak anda tertutup

jangan paksa dia untuk segera to the point

menceritakan masalahnya.

Anak malah semakin bungkam. Dekati sedikit

demi sedikit, ajak dia ngobrol dari hati ke hati, dari

situ anda bisa masuk ke pokok masalnya. Meski

sibuk, jadilah pendengar yang aktif.

Jangan pura-pura mendengarkan padahal tidak

dan masih bekerja. Alihkan konsentrasi ke dia

atau minta untuk menunda pembicaraan sesaat

lagi.

2. POSITIVE PARENTING

Terapkan positive parenting yaitu menghargai

setiap perilaku baik anak sebanyak-banyaknya

dan usahakan untk menghukumnya sesedikit

mungkin. Jika anak melakukan kesalahan, jangan

langsung dimarahi. Tapi gali alasan dia

melakukannya, serta ajak dia berpikir apakah itu

baik atau tidak. Bersikaplah tenang, karena pada

dasarnya setiap perilaku anak adalah proses

menemukan jatidiri atau identitas dirinya. Dengan

cara ini, anak mengerti dan anda bebas stress.

Anak usia satu sampai dua tahun adalah usia

yang segala perilakunya msaih bersifat eksplorasi.

Maka berikanlah kesempatan itu, karena ini sangat

bermanfaat untuk perkembangan otaknya.

3. LIBATKAN DAN AJAK DISKUSI

Ingin anak yang pemberani dan punya sifat

memimpin ? libatkan dalam diskusi keluarga,

dengarkan dan hargai pendapatnya. Lakukan itu

sejak dia kecil, agar ingatan itu tertancap di

memorinya. Diskusikan banyak hal dengannya

mulai dari memilih makanan, baju, berwisata ke

mana, sampai sekolahnya sendiri. Hal ini penting

untuk membentuk rasa percaya dirinya. Dengan

kebiasaan ini, anak juga akan terbiasa dengan

penyelesaian masalah secara demokratis. Mulailah

melibatkan mereka ke dalam tugas-tugas rumah

tangga sehari-hari, tentunya dengan

menyesuaikan dengan usianya mereka. Anak

biasanya akan merasa senang, jika ia merasa

dibutuhkan oleh orang lain dan berguna bagi

orang lain.

4. MANFAATKAN SETIAP KESEMPATAN

Jika anda adalah orangtua bekerja, maka pintar-

pintarlah mempergunakan kesempatan terbatas

untuk berkomunikasi dengan anak anda seefektif

mungkin. Sambil bercanda, usahakan

mendapatkan pembicaaan yang ‘berisi’. Misalnya,

ajaklah anak mengobrol dengan santai tentang

berbagai hal ketika anda mengantar dia ke

sekolah. Gunakan juga kesempatan untuk

menanamkan nilai-nilai positif ketika anda

menemani dia menonton televise. Mengajak

diskusi selalu bisa diawali dengan pertanyaan-

pertanyaan yang unik danmungkin bikin dia geli.

Missal.” Nak, kenapa ya manusia itu kadang-

kadang sakit? Apa kuman itu juga bisa sakit ya ?”

5. SEDIAKAN WAKTU KHUSUS

Meluangkan waktu khusus untuk berdua dengan

anak merupakan hal yang penting untuk

menumbuhkan ikatan batin antara anda dan anak.

Manfaatkan kesempatan berdua untuk

memahami dan mendekatkan diri dengan anak.

Anda bisa memanfaatkan waktu tersebut mulai

dari saat membangunkan atau mengantarkannya

tidur, bermain bersama, menonton televisi

bersama, pergi bersama ke tempat-tempat

menarik, dan banyak lagi. Usahakan setiap hari

ada waktu khusus untuk setiap anak. Akan lebih

baik jika waktu libur dimanfaatkan untuk bersama

keluarga.

6. TEGAKKAN DISIPLIN

Jika anak sedari kecil dibiasakan untuk disiplin,

maka dia akan menjadi pribadi yang teratur

setelah dewasa. Terapkan mulai dari hal-hal yang

kecil. gosok gigi, cuci kaki, merapikan tempat

tidur setelah bangun pagi, sangat baik untuk

membiasakan hidup mereka lebih teratur setelah

dewasa. Terapkan disiplin secara konsisten. Jika

anak melalaikannya, tidak ada salahnya anda

memberikan sanski. Tak perlu sambil marah-

marah, malah bagus jika anda dan anak

melakukannya sambil tertawa. Berikan sanksi

yang bersifat mendidik, misalnya menyuruhnya

untuk mengerjakan tugas rumah dan perlu

diingat. Jangan berikan sanksi di beberapa

kelalaian pertamanya. Berikan jika anak berulang-

ulang melakukan kesalahan yang sama.

7. BERILAH CONTOH YANG BAIK

Anak adalah peniru ulung, maka berhati-hatilah

dalam bertingkah laku dan menjalankan

kebiasaan.

Anak usia emas (0-5 Tahun) memiliki daya ingat

yang sangat kuat, jadi apapun yang anda lakukan

bisa menjadi modalnya dalam berprilaku di saat

dewasa.

Dia belajar berprilaku melalui pengamatannya

pada perilaku orang tuanya.

Maka berperilakulah yang baik dan hindarkan

kata-kata kotor, karena apa yang kita ucapkan dan

kita lakukan merupakan modal bagi anak kita

dalam berperilaku dan berucap.

8. UNGKAPKAN KASIH SAYANG

Setiap orang tua pasti menyayangi anaknya,

begitu pula sebaliknya. Namun tak jarang orang

tua menganggap hal itu tak penting.

Padahal, mendapatkan kasih sayang adalah hak

setiap anak. Termasuk dalam bentuk verbal.

Seperti ‘ mama sayang kamu’. Ini berpengaruh

sangat besar kepada anak.

Karena merasa diperhatikan dan disayang.

Sehingga anak memiliki kedekatan emosi yang

dalam terhadap orangtuanya anak juga memiliki

perasaan yang halus, lembut dan penuh kasih

sayang terhadap sesama.

Ungkapan kasih sayang dengan ucapan sayang.

Belaian pelukan dan ciuman dalam setiap

kesempatan.

9. KOMUNIKASI YANG EFEKTIF

Komunikasikan denagn jelas dan lembut. Ketika

anda memberikan perintah kepada anak.

Berikan perintah yang spesifik dengan kalimat

yang jelas untuk menghindari kebingungannya.

Stop memberikan ceramah, memarahi atau

mengomeli anak dengan panjang lebar apalagi

dengan teriak-teriak.

Sebaliknya seringlah mengajak mereka

berdiskusi. Jangan sekali-kali berbicara dengan

keras dan kasar terhadap anak. Kalau anda tak

ingin mereka meniru.

10. SAAT MARAH, ANAK JANGAN

DIJADIKAN PELAMPIASAN

Perilaku anak kadang membuat orangtua kesal

dan jengkel. Apalagi kalau pekerjaan dan

kekalutan di kantor di bawa kerumah.

Jika anda mengalami hal ini, jangan sekali-kali

menjadikan anak sebagai pelampiasan kekesalan.

Karena marah, anak menjadi objek omelan,

luapan emosi atau bahakan sampai membuat kita

tak menghiraukan dan memperhatikannya.

Saat marah, control diri memang cenderung lebih

rendah tapi jangan sekali-kali melampiaskannya

kepada anak. Di depan mereka, tetaplah bersikap

seperti biasa.

Sempatkan waktu luang sejenak untuk berpikir

dan introspeksi diri. Ambil napas panjang dan

coba berpikir untuk mencari solusi terbaik bagi

masalah anda.

Satu hal yang penting : orang tua yang efektif

juga butuh waktu untuk dirinya sendiri.

Ditulis Oleh : Arif Rifany ~ Produsen Mesin Bata Press

Produsen Mesin Bata Press Anda sedang membaca artikel berjudul 10 CARA MENDIDIK ANAK dengan url http://rifanytop.blogspot.com/2011/08/10-cara-mendidik-anak.html yang ditulis oleh RIFANYTOP yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.Silahkan Dibagikan Jika Sekiranya Bermanfaat...

BAGIKAN KE :

2 Responses to "10 CARA MENDIDIK ANAK"