Minggu, 17 September 2017

Artikel Pernikahan Menurut Islam Lengkap

Baca Juga

Pernikahan

Artikel Pernikahan Menurut Islam Lengkap
Artikel Pernikahan Menurut Islam Lengkap


Pernikahan adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial. Upacara pernikahan memiliki banyak ragam dan variasi menurut tradisi suku bangsa, agama, budaya, maupun kelas sosial. Penggunaan adat atau aturan tertentu kadang-kadang berkaitan dengan aturan atau hukum agama tertentu pula.

Pengesahan secara hukum suatu pernikahan biasanya terjadi pada saat dokumen tertulis yang mencatatkan pernikahan ditanda-tangani. Upacara pernikahan sendiri biasanya merupakan acara yang dilangsungkan untuk melakukan upacara berdasarkan adat-istiadat yang berlaku, dan kesempatan untuk merayakannya bersama teman dan keluarga. Wanita dan pria yang sedang melangsungkan pernikahan dinamakan pengantin, dan setelah upacaranya selesai kemudian mereka dinamakan suami dan istri dalam ikatan perkawinan.

Pernikahan dalam Islam


Hukum pernikahan bersifat kondisional, artinya berubah menurut situasi dan kondisi seseorang dan lingkungannya.
  •     Jaiz, artinya boleh kawin dan boleh juga tidak, jaiz ini merupakan hukum dasar dari pernikahan. Perbedaan situasi dan kondisi serta motif yang mendorong terjadinya pernikahan menyebabkan adanya hukum-hukum nikah berikut.
  •     Sunnah, yaitu apabila seseorang telah berkeinginan untuk menikah serta memiliki kemampuan untuk memberikan nafkah lahir maupun batin.
  •     Wajib, yaitu bagi yang memiliki kemampuan memberikan nafkah dan ada kekhawatiran akan terjerumus kepada perbuatan zina bila tidak segera melangsungkan perkawinan. Atau juga bagi seseorang yang telah memiliki keinginan yang sangat serta dikhawatirkan akan terjerumus ke dalam perzinahan apabila tidak segera menikah.
  •     Makruh, yaitu bagi yang tidak mampu memberikan nafkah.
  •     Haram, yaitu apabila motivasi untuk menikah karena ada niatan jahat, seperti untuk menyakiti istrinya, keluarganya serta niat-niat jelek lainnya.

Hikmah pernikahan


  •     Cara yang halal dan suci untuk menyalurkan nafsu syahwat melalui ini selain lewat perzinahan, pelacuran, dan lain sebagainya yang dibenci Allah dan amat merugikan.
  •     Untuk memperoleh ketenangan hidup, kasih sayang dan ketenteraman
  •     Memelihara kesucian diri
  •     Melaksanakan tuntutan syariat
  •     Membuat keturunan yang berguna bagi agama, bangsa dan negara.
  •     Sebagai media pendidikan: Islam begitu teliti dalam menyediakan lingkungan yang sehat untuk membesarkan anak-anak. Anak-anak yang dibesarkan tanpa orangtua akan memudahkan untuk membuat sang anak terjerumus dalam kegiatan tidak bermoral. Oleh karena itu, institusi kekeluargaan yang direkomendasikan Islam terlihat tidak terlalu sulit serta sesuai sebagai petunjuk dan pedoman pada anak-anak
  •     Mewujudkan kerjasama dan tanggungjawab
  •     Dapat mengeratkan silaturahim

Pemilihan calon


Islam mensyaratkan beberapa ciri bagi calon suami dan calon isteri yang dituntut dalam Islam. Namun, ini hanyalah panduan dan tidak ada paksaan untuk mengikuti panduan-panduan ini.

Ciri-ciri bakal suami


  •     Beriman & bertaqwa kepada Allah
  •     Bertanggungjawab terhadap semua benda
  •     Memiliki akhlak-akhlak yang terpuji
  •     Berilmu agama agar dapat membimbing calon isteri dan anak-anak ke jalan yang benar
  •     Tidak berpenyakit yang berat seperti gila, AIDS dan sebagainya
  •     Rajin bekerja untuk kebaikan rumah tangga seperti mencari rezeki yang halal untuk kebahagiaan keluarga.

Penyebab haramnya sebuah pernikahan


Perempuan yang diharamkan menikah oleh laki-laki disebabkan karena keturunannya (haram selamanya) serta dijelaskan dalam surah an-Nisa: Ayat 23 yang berbunyi, “Diharamkan kepada kamu menikahi ibumu, anakmu, saudaramu, anak saudara perempuan bagi saudara laki-laki, dan anak saudara perempuan bagi saudara perempuan.”:
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Mahram "Mahram (Arab: محرم) adalah semua orang yang haram untuk dinikahi selamanya karena sebab keturunan, persusuan dan pernikahan dalam syariat Islam.[1] Muslim di Asia Tenggara sering salah dalam menggunakan istilah mahram ini dengan kata muhrim, sebenarnya kata muhrim memiliki arti yang lain. Dalam bahasa arab, kata muhrim (muhrimun) artinya orang yang berihram dalam ibadah haji sebelum bertahallul. Sedangkan kata mahram (mahramun) artinya orang-orang yang merupakan lawan jenis kita, namun haram (tidak boleh) kita nikahi sementara atau selamanya."
  •         Ibu
  •         Nenek dari ibu maupun bapak
  •         Anak perempuan & keturunannya
  •         Saudara perempuan segaris atau satu bapak atau satu ibu
  •         Anak perempuan kepada saudara lelaki mahupun perempuan, yaitu semua anak saudara perempuan

    Perempuan yang diharamkan menikah oleh laki-laki disebabkan oleh susuan ialah:

  •         Ibu susuan
  •         Nenek dari saudara ibu susuan
  •         Saudara perempuan susuan
  •         Anak perempuan kepada saudara susuan laki-laki atau perempuan
  •         Sepupu dari ibu susuan atau bapak susuan

    Perempuan mahram bagi laki-laki karena persemendaan ialah:

  •         Ibu mertua
  •         Ibu tiri
  •         Nenek tiri
  •         Menantu perempuan
  •         Anak tiri perempuan dan keturunannya
  •         Adik ipar perempuan dan keturunannya
  •         Sepupu dari saudara istri
  •     Anak saudara perempuan dari istri dan keturunannya

Nikah

Rukun nikah


  •     calon Pengantin laki-laki
  •     calon Pengantin perempuan
  •     Wali bagi perempuan
  •     Dua orang saksi laki-laki yang adil
  •     Ijab dan kabul (akad nikah)

Syarat calon suami


  •     Islam
  •     Laki-laki yang tertentu
  •     Bukan lelaki mahram dengan calon istri
  •     Mengetahui wali yang sebenarnya bagi akad nikah tersebut
  •     Bukan dalam ihram haji atau umroh
  •     Dengan kerelaan sendiri dan bukan paksaan
  •     Tidak mempunyai empat orang istri yang sah dalam suatu waktu
  •     Mengetahui bahwa perempuan yang hendak dinikahi adalah sah dijadikan istri

Syarat calon istri


  •     Islam atau Ahli Kitab
  •     Perempuan yang tertentu
  •     Bukan perempuan mahram dengan calon suami
  •     Bukan seorang banci
  •     Akil baligh (telah pubertas)
  •     Bukan dalam berihram haji atau umroh
  •     Tidak dalam iddah
  •     Bukan istri orang

Syarat wali


  •     Islam, bukan kafir dan murtad
  •     Lelaki dan bukannya perempuan
  •     Telah pubertas
  •     Dengan kerelaan sendiri dan bukan paksaan
  •     Bukan dalam ihram haji atau umroh
  •     Tidak fasik
  •     Tidak cacat akal pikiran, gila, terlalu tua dan sebagainya
  •     Merdeka
  •     Tidak dibatasi kebebasannya ketimbang membelanjakan hartanya

Sebaiknya calon istri perlu memastikan syarat wajib menjadi wali. Jika syarat-syarat wali terpenuhi seperti di atas maka sahlah sebuah pernikahan itu.Sebagai seorang mukmin yang sejati, kita hendaklah menitik beratkan hal-hal yag wajib seperti ini.Jika tidak, kita hanya akan dianggap hidup dalam berzinahan selamanya.

Syarat-syarat saksi


  •     Sekurang-kurangya dua orang
  •     Islam
  •     Berakal
  •     Telah pubertas
  •     Laki-laki
  •     Memahami isi lafal ijab dan qobul
  •     Dapat mendengar, melihat dan berbicara
  •     Adil (tidak melakukan dosa-dosa besar dan tidak terlalu banyak melakukan dosa-dosa kecil)
  •     Merdeka

Syarat ijab


  •     Pernikahan nikah ini hendaklah tepat
  •     Tidak boleh menggunakan perkataan sindiran
  •     Diucapkan oleh wali atau wakilnya
  •     Tidak diikatkan dengan tempo waktu seperti mut'ah (nikah kontrak atau pernikahan (ikatan suami istri) yang sah dalam tempo tertentu seperti yang dijanjikan dalam persetujuan nikah muat'ah)
  •     Tidak secara taklik (tidak ada sebutan prasyarat sewaktu ijab dilafalkan)

Contoh bacaan Ijab: Wali/wakil wali berkata kepada calon suami: "Saya nikahkan anda dengan Nisa binti Abdullah dengan mas kawin berupa cincin emas dibayar tunai".
Syarat qobul
  •     Ucapan mestilah sesuai dengan ucapan ijab
  •     Tidak ada perkataan sindiran
  •     Dilafalkan oleh calon suami atau wakilnya (atas sebab-sebab tertentu)
  •     Tidak diikatkan dengan tempo waktu seperti mutaah(seperti nikah kontrak)
  •     Tidak secara taklik(tidak ada sebutan prasyarat sewaktu qobul dilafalkan)
  •     Menyebut nama calon istri
  •     Tidak ditambahkan dengan perkataan lain

Contoh sebutan qabul (akan dilafazkan oleh bakal suami):"Saya terima nikahnya dengan Nisa binti Abdullah dengan mas kawin berupa seperangkap alat salat dibayar tunai" atau "Saya terima Nisa binti Abdullah sebagai istri saya".

Setelah qobul dilafalkan Wali/wakil wali akan mendapatkan kesaksian dari para hadirin khususnya dari dua orang saksi pernikahan dengan cara meminta saksi mengatakan lafal "sah" atau perkataan lain yang sama maksudya dengan perkataan itu.

Selanjutnya Wali/wakil wali akan membaca doa selamat agar pernikahan suami istri itu kekal dan bahagia sepanjang kehidupan mereka serta doa itu akan diAminkan oleh para hadirin

Bersamaan itu pula, mas kawin/mahar akan diserahkan kepada pihak istri dan selanjutnya berupa cincin akan dipakaikan kepada jari cincin istri oleh suami sebagai tanda dimulainya ikatan kekeluargaan atau simbol pertalian kebahagian suami istri.Aktivitas ini diteruskan dengan suami mencium istri.Aktivitas ini disebut sebagai "Pembatalan Wudhu".Ini karena sebelum akad nikah dijalankan suami dan isteri itu diminta untuk berwudhu terlebih dahulu.

Suami istri juga diminta untuk salat sunat nikah sebagai tanda syukur setelah pernikahan berlangsung. Pernikahan Islam yang memang amat mudah karena ia tidak perlu mengambil masa yang lama dan memerlukan banyak aset-aset pernikahan disamping mas kawin,hantaran atau majelis umum (walimatul urus)yang tidak perlu dibebankan atau dibuang.

Wakil Wali/ Qadi

Wakil wali/Qadi adalah orang yang dipertanggungjawabkan oleh institusi Masjid atau jabatan/pusat Islam untuk menerima tuntutan para Wali untuk menikahkan/mengahwinkan bakal istri dengan bakal suami. Segala urusan pernikahan,penyediaan aset pernikahan seperti mas kawin, barangan hantaran (hadiah), penyedian tempat pernikahan, jamuan makan kepada para hadirin dan lainnya adalah tanggungjawab pihak suami istri itu. Qadi hanya perlu memastikan aset-aset itu telah disediakan supaya urusan pernikahan berjalan lancar. Disamping tanggungjawabnya menikahi suami istri berjalan dengan sempurna, Qadi perlu menyempurnakan dokumen-dokumen berkaitan pernikahan seperti sertifikat pernikahan dan pengesahan suami istri di pihak tertinggi seperti mentri agama dan administratif negara.Untuk memastikan status resmi suami isteri itu sentiasa sulit dan terpelihara. Qadi selalunya dilantik dari kalangan orang-orang alim(yang mempunyai pengetahuan dalam agama Islam dengan luas) seperti ustadz, muallim, mufti, sheikh al-Islam dan sebagainya. Qadi juga mesti merupakan seorang laki-laki Islam yang sudah merdeka dan telah pubertas.

RF:Wikipedia

NB Bantu subscriber my Youtube Chanel ya = chanels top video top

Diposting Oleh : RIFANYTOP - Admin

Judul : Artikel Pernikahan Menurut Islam Lengkap
Berisi tentang :pengertian pernikahan pernikahan dalam islam makalah pernikahan pernikahan islami tujuan pernikahan pernikahan islam romantis makna pernikahan
Dengan url https://rifanytop.blogspot.com/2017/09/artikel-pernikahan-menurut-islam-lengkap.html
By : RIFANYTOP - Silahkan Di Bagikan Jika sekiranya Bermanfaat, dilarang mengcopy Postingan Ini Tanpa Mencantumkan Link Sumber.


EmoticonEmoticon